Kamis, 15 Mei 2014

pengambilan keputusan dalam organisasi



Jenis-Jenis Keputusan Dalam organisasi

Ada beberapa jenis keputusan yang digunakan dalam setiap pemecahan masalah antara lain :
Definisi Keputusan menurut para ahli
Menurut James A.F. Stoner, keputusan adalah pemilihan di antara berbagai alternatif. Definisi ini mengandung tiga pengertian, yaitu: ada pilihan atas dasar logika atau pertimbangan,ada beberapa alternatif yang harus dipilih salah satu yang terbaik,dan ada tujuan yang ingin dicapai dan keputusan itu makin mendekatkan pada tujuan tersebut.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan itu adalah  suatu cara yang digunakan untuk memberikan suatu pendapat yang dapat menyelesaikan suatu masalah dengan cara / tehnik tertentu agar dapat lebih diterima oleh semua pihak.

Bentuk-bentuk atau jenis-jenis  Keputusan :

- Keputusan Terprogram
Merupakan keputusan yang berulang dan telah ditentukan sebelumnya, dalam keputusan terprogram prosedur dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami organisasi. Keputusan terprogram memiliki struktur yang baik karena pada umumnya kriteria bagaimana suatu kinerja diukur sudah jelas, informasi mengenai kinerja saat ini tersedia dengan baik, terdapat banyak alternatif keputusan, dan tingkat kepastian relatif yang tinggi. Tingkat kepastian relatif adalah perbandingan tingkat keberberhasilan antara 2 alternatif atau lebih. Contoh keputusan terprogram adalah, aturan umum penetapan harga pada industri rumah makan dimana makanan akan diberi harga hingga 3 kali lipat dari direct cost.

- Keputusan Tidak Terprogram
Keputusan ini belum ditetapkan sebelumnya dan pada keputusan tidak terprogram tidak ada prosedur baku yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan. Keputusan ini dilakukan ketika organisasi menemui masalah yang belum pernah mereka alami sebelumnya, sehingga organisasi tidak dapat memutuskan bagaimana merespon permasalahan tersebut, sehingga terdapat ketidakpastian apakah solusi yang diputuskan dapat menyelesaikan permasalahan atau tidak, akibatnya keputusan tidak terprogram menghasilkan lebih sedikit alternatif keputusan dibandingkan dengan keputusan terprogram selain itu tingginya kompleksitas dan ketidakpastian keputusan tidak terprogram pada umumnya melibatkan perencanaan strategik.

Contoh:
Dalam suatu perusahaan jika kita mendapatkan suatu masalah maka, kita dalam mengambil sebuah keputusan untuk menyelesaikannya kita tidak boleh terburu-buru karena dapat menyebabkan kita mengambil atau memilih keputusan yang salah dan bahkan dapat membuat masalah semakin sulit. Oleh karena itu kita harus mempertimbangkan dengan baik dengan cara mencari informasi, memahaminya dengan baik, dan mendiskusikan keputusan kita dengan orang-orang yang ikut dalam perusahaan itu, agar keputusan yang kita ambil dapat diterima dengan baik dan dapat memecahkan masalah yang ada.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN :

Menurut Terry (1989) faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan sebagai berikut:
1. hal-hal yang berwujud maupun tidak berwujud, yang emosional maupun rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan
2.  setiap keputusan nantinya harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi;
3.  setiap keputusan janganlah berorientasi pada kepentingan pribadi, perhatikan kepentingan orang lain
4.  jarang sekali ada 1 pilihan yang memuaskan
5.  pengambilan keputusan merupakan tindakan mental. Dari tindakan mental ini kemudian harus diubah menjadi tindakan fisik
6.  pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang  cukup lama
7. diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang baik
8.  setiap keputusan hendaknya dikembangkan, agar dapat diketahui apakah keputusan yang diambil itu betul
9.  setiap keputusan itu merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya.


Kemudian terdapat enam faktor lain yang juga ikut mempengaruhi pengambilan keputusan.
* Fisik
Didasarkan pada rasa yang dialami pada tubuh, seperti rasa tidak nyaman, atau kenikmatan. Ada kecenderungan menghindari tingkah laku yang menimbulkan rasa tidak senang, sebaliknya memilih tingkah laku yang memberikan kesenangan.
* Emosional
Didasarkan pada perasaan atau sikap. Orang akan bereaksi pada suatu situasi secara subjective.
*Rasional
Didasarkan pada pengetahuan orang-orang mendapatkan informasi, memahami situasi dan berbagai konsekuensinya.
*Praktikal
Didasarkan pada keterampilan individual dan kemampuan melaksanakan. Seseorang akan menilai potensi diri dan kepercayaan dirinya melalui kemampuanya dalam bertindak.
*Interpersonal
Didasarkan pada pengaruh jaringan sosial yang ada. Hubungan antar satu orang keorang lainnya dapat mempengaruhi tindakan individual.
*Struktural
Didasarkan pada lingkup sosial, ekonomi dan politik. Lingkungan mungkin memberikan hasil yang mendukung atau mengkritik suatu tingkah laku tertentu.


IMPLIKASI MANAJERIAL PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Berikut macam-macam implikasi pengambilan keputusan :
1.Gaya pengambilan keputusan
Adalah suatu gaya pengambilan keputusan yang diambil berdasarkan dari dirinya sendiri.

2.Gaya Direktif (Pengarahan)
adalah Suatu gaya pengambilan keputusan dengan ambiguitas/ketidakjelasan yang rendah dan cara berpikirnya yang rasional .

3.Gaya Analitis
adalah suatu gaya pengambilan keputusan dengan toleransi yang tinggi terhadap ambiguitas/ketidakjelasan dan cara berpikirnya rasional.

4.Gaya Konseptual
adalah suatu gaya pengambilan keputusan dengan toleransi yang tinggi untuk ambiquitas /ketidakjelasan dan cara berpikir intuitif yang tinggi juga.

5. Gaya Perilaku
adalah suatu gaya pengambilan keputusan dengan toleransi yang rendah untuk ambiquitas/ketidakjelasan dengan cara berpikir intuitif yang tinggi .





Daftar pustaka :
-          http://melkyat.blogspot.com/2013/05/faktor-faktor-yang-mempengaruhi_27.html
-          E-book

Rabu, 16 April 2014

kepemimpinan

TEORI DAN ARTI PENTING KEPEMIMPINAN

A. TEORI DAN ARTI PENTING KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepadapengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah “melakukanya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN :
Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan dan interpretasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi antara lain : Latar belakang sejarah pemimpin dan kepemimpinan Kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia. Pemimpin dan kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa. Sebab-sebab munculnya pemimpin Ada beberapa sebab seseorang menjadi pemimpin, antara lain :
A.Seseorang ditakdirkan lahir untuk menjadi pemimpin. Seseorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri.

B.Seseorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan.
Untuk mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan kekuasaan, kewibawaan, lingkungan dan kemampuan.
1.Teori-teori dalam Kepemimpinan
A) Teori Sifat
Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya.
Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah: – pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan; – sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif; – kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.
Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan)
dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.
B) Teori Perilaku
Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:

- Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.

- Berorientasi kepada bawahan dan produksi perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan. Pada sisi lain, perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan. Sedangkan berdasarkan model grafik kepemimpinan, perilaku setiap pemimpin dapat diukur melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap bawahan/hubungan kerja. Kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan (JAF.Stoner, 1978:442-443)
C) Teori Situasional
Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah
* Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas;
* Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan;
* Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;
* Norma yang dianut kelompok;
* Rentang kendali;
* Ancaman dari luar organisasi;
* Tingkat stress;
* Iklim yang terdapat dalam organisasi

B. TIPOLOGI KEPEMIMPINAN
Tipologi kepemimpinan disusun dengan titik tolak interaksi personal yang ada dalam kelompok . Tipe-tipe pemimpin dalam tipologi ini dapat dikelompokkan dalam kelompok tipe berdasarkan jenis-jenisnya antara lain:
1.Tipe Otokratis.
Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut: Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat, Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya, Dalam tindakan pengge-rakkannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.
2.Tipe Militeristis
Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut : Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan, Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya, Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan, Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan, Sukar menerima kritikan dari bawahannya, Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.
3.Tipe Paternalistis.
Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut : menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya, dan sering bersikap maha tahu.
4.Tipe Karismatik.
Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers). Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma. Gandhi bukanlah seorang yang kaya, Iskandar Zulkarnain bukanlah seorang yang fisik sehat, John F Kennedy adalah seorang pemimpin yang memiliki karisma meskipun umurnya masih muda pada waktu terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Mengenai profil, Gandhi tidak dapat digolongkan sebagai orang yang ‘ganteng”.

5.Tipe Demokratis.
Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia, selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya, senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan, ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain, selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya, dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.
C.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPEMIMPINAN
Dalam melaksanakan tugas kepemimpinan mempengaruhi orang atau kelompok menuju tujuan tertentu, kita pemimpin, dipengaruhi oleh beberapa factor. Factor-faktor itu berasal dari diri kita sendiri, pandangan kita terhadap manusia, keadaan kelompok dan situasi waktu kepemimpina kita laksanakan. Orang yang memandang kepemimpinan sebagai status dan hak untuk mendapatkan fasilitas, uang, barang, jelas akan menunjukkan praktek kepemimpinan yang tidak sama dengan orang yang mengartikan kepemimpinan sebagai pelayanan kesejahteraan orang yang dipimpinnya. Factor-faktor yang berasal dari kita sendiri yang mempengaruhi kepemimpinan kita adalah pengertian kita tentang kepemimpinan, nilai atau hal yang kita kejar dalam kepemimpinan, cara kita menduduki tingkat pemimpin dan pengalaman yang kita miliki dalam bidang kepemimpinan.
D.IMPLIKASI MANAJERIAL KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI
Sebab yang terjadi bila implikasi manajerial kepemimpinan dalam organisasi adalah akan menciptakan kepemimpinan yang baik karna adanya proses manajemen yang direncakan, karena induk dari sebuah perusahaan adalah pemimpin jadi bila pemimpin nya berkualitas maka perusahaan tersebut akan menjukukan kualitasnya.

Sejak dahulu kepemimpinan menjadi salah satu kajian yang menarik untuk di telaah secara mendalam, sebab arah peradaban suatu bangsa tak bisa lepas dari sebuah gaya kepemimpinan seseorang.
Namun tentu saja setiap proporsi kepemimpinan dari seorang pemimpin senantiasa berbeda-beda sebab itu semua bergantung pada bangunan epistemologis dan konstruk ideologisnya masing-masing.

Ada beberapa tipologi kepemimpinan yang sering kali kita temukan dalam gaya seorang pemimpin :

1. Gaya Otoriter/Totaliter yaitu gaya kepemimpinan yang selalu memaksakan kehendaknya pada setiap orang meskipun dengan jalan kekerasan, namun kebijakannya berlaku secara distributif dan tanpa kompromi. Gaya ini secara epistemologis cenderung beraliran Macchiavellian, Hobbesian.



2. Gaya Demokratis yaitu gaya kepemimpinan yang cenderung selalu menggunakan musyawarah, namun gaya ini sangat lemah mengambil sikap dalam setiap tindakannya dan terkesan pragmatik. Gaya ini secara epistemologis cenderung beraliran liberal-moderat.


3. Gaya para Nabi yaitu gaya kepemimpinan yang kharismatik dengan menggunakan jalan kemanusiaan, dalam arti lebih mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan, dibanding dengan kepentingan pragmatis. Gaya ini cenderung mengikuti aliran humanistik-teologis.

Dari beberapa tipologi kepemimpinan di atas, maka kita dapat memahami bangunan epistemologis dan konstruk ideologisnya melalui gaya kepemimpinan dari seorang pemimpin.
Dari hal tersebut di atas, maka kita dapat memahami pula bahwa tidak saya maupun anda, setiap pemimpin dapat kita ketahui bangunan ideologis maupun epistemologis melalui gaya kepemimpinan yang implementasikan.

Implikasi Manajerial dan Kepemimpinan dalam Organisasi


Dalam sebuah proses manajerial peran pemimpin sangat penting untuk mengatur tata pengoperasionalan organisasi. Pemimpin yang baik akan mengatur segala sumber daya yang dimiliki secara efektif dan efisien, pemimpin yang baik juga akan disukai oleh bawahannya sehingga jika pemimpin membutuhkan kerjasama dari bawahannya mereka tidak akan segan untuk melakukan tugasnya masing-masing secara baik dan benar.
Kepemimpinan seseorang secara otomatis akan menggambarkan sebagian besar sifat pribadi orang tersebut, baiknya jadilah pemimpin yang disegani karena ilmu yang dia miliki dan bukan karena orang takut akan kekuatan yang dimiliki pemimpin tersebut.
Pimpinan memainkan peranan yang amat penting,bahkan dapat dikatakan amat menetukan,dalam usaha pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.memang benar bahwa pimpinan,baik secara individual maupun sebagai kelompok,tidak mungkin dapat bekerja sendirian.
Pimpinan membutuhkan sekelompok orang lain yang dengan istilah populer dikenal sebagai bawahan,yang digerakkan sedemikian rupa sehingga para bawahan itu memberikan pengabdian dan sumbangsihnya kepada organisasi,terutama dalam cara bekerja yang efisien,efektif,ekonomis dan produktif.
seorang pimpinan tidak hanya mampu berperan selaku atasaan yang keinginan dan kemauannya harus diikuti oleh orang lain.memang benar bahwa setiap pimpinan adalah seorang “kepala”,dus seorang atasan dari sekelompok orang.namun penelitian dan pengalaman menunjukkan bahwa cara berpikir dan bertindak yang didasarkan atas kepemimpinan formal semata-mata tidak selalu menghasilkan kepemimpinan yang efektif.
Referensi :
buku organisasi,kepemimpinan dan perilaku administrasi oleh prof.DR.sondang P.siagian


Rabu, 19 Maret 2014

peran komunikasi dalam organisasi




Peran komunikasi dalam organisasi

Dalam kehidupan sosial sebagai manusia kita bisa selalu melakukan komunikasi oleh orang-orang yang berada disekitar kita.dalam interaksi tersebut memungkinkan manusia menyampaikan pemikirannya dan tidak dapat dihindarkan itu bisa membuat gagasan atau satu tujuan dengan manusia lainnya.maka dari itu betapa pentingnya peran komunikasi dalam organisasi untuk mewujudkan satu visi dan misi individu satu dengan individu lainnya.

Pengertian komunikasi dan arti penting komunikasi

          Komunikasi adalah suatu interaksi yang dilakukan lebih dari searah oleh setiap individu dalam sebuah organisasi atau perorangan.komunikasi dan petingnya komunikasi bagi sebuah organisasi sangat penting karena dengan adanya sebuah komunikasi setiap individu bisa saling bertukar sebuah informasi yang mereka dapatkan dari berbagai sumber,komunikasi itu sendiri bisa sangat berpengaruh didalam sebuah organisasi karena dengan adanya sebuah komunikasi kita bisa saling berhubungan.
          Arti penting komunikasi adalah untuk saling yang menarik yang ada hubungan kaitannya secara langsung dengan media ini ialah teori media yang berbentuk interaktif.interaktif yang dimaksud media yang berpotensi memberikan tindak balas kepada mereka yang sedang berkomunikasi.dalam konteks ini,markus(1990),mengutarakan dua perkara penting kepada kita berkaitan dengan media.pertamanya,faktor peluang universal,iaitu media yang berbentuk universal accsess yang bermaksud bahwa kedua-dua orang yang berbentuk dengan menggunakan saluran media yang sama.keduanya teknologi yang memiliki proses tindak balas.
Komunikasi merupakan salah satu aspek terpenting namun juga kompleks dalam kehidupan manusia.manusia sangat dipengaruhi oleh komunikasi yang dilakukannya dengan manusia lain,baik yang sudah dikenal maupun yang tidak dikenal sama sekali.


jenis dan peran komunikasi
          Jenis komunikasi :
· Komunikator/pengirim/sender yaitu orang yang menyampaikan sebuah isi pernyataan kepada komunikan atau para pengkonsumsi sebuah informasi,dalam hal ini komunikator bertanggung jawab oleh informasi yang ia dapat
· Komunikan/penerima/receiver yaitu orang yang menerima sebuah isi pernyataan dari seorang komunikator/pengirim/sender dan si penerima pesan wajib mengerti maksud isi sebuah informasi dari sikomunikator.
         

Peran komunikasi
          Komunikasi memiliki peran yang sangat vital bagi kehidupan manusia,karena itu kita harus memberikan perhatian yang saksama terhadap komunikasi,khususnya teori komunikasi.
Jika anda ditanya,apakah komunikasi?apa yang terjadi jika sejumlah orang bertemu dan berinteraksi?ketika anda mencoba menjawab kedua pertanyaan itu makan sebenarnya anda tengah menyusun suatu teori organisasi.kedua pertanyaan itu tampaknya mudah bahkan orang awam yang bukan ahli pun dapat memberikan jawaban menurut sudut pandangnya.namun demikian,setiap orang akan menjawab kedua pertanyaan itu secara berbeda-beda.
          Walaupun orang telah mempelajari komunikasi sejak zaman purbakala,namun perhatian terhadap pentingnya komunikasi baru muncul belakangan yaitu pada awal abad ke-20.barnett paerce (1989) menyebutkan munculnya peran komunikasi sebagai “penemuan revolusioner”(revolutionary discover) yang sebagian besar disebabkan penemuan teknologi komunikasi seperti radio,televisi,telpon,satelit dan jaringan komputer.pada saat yang hampir bersamaan muncul dan berkembang industrialisasi,tumbuhnya korporasi multinasional dan politik global.
          Komunikasi efektif diibaratkan suatu political system dimana kekuasaan dibagi,pengaruh dijalankan,dan keputusan-keputusan dibuat.morgan juga menunjukkan bahwa organisasi adalah psychic prisons karena ia dapat membentuk dan membatasi kehidupan anggota-anggotanya,dan ia menegaskan bahwa organisasi dipahami sebagai transformation,karena menyukai dirinya,berubah dan tumbuh atas informasi umpan balik dan kekuatan logika.terakhir morgan mengatakan bahwa organisasi itu seperti instruments of domination,karena ia mengundang kepentingan yang bersaing,yang beberapa diantaranya mendominasi lainnya.
Saat ini ilmu komunikasi telah berkembang pesat dan minat untuk mempelajari ilmu komunikasi juga sudah sangat besar namun demikian ilmu komuniasi,pada umumnya merupakan ilmu yang multidisipliner.hal ini sekaligus menunjukkan kompleksitas ilmu komunikasi.dari segi teori,tidak  ada teori komunikasi yang betul-betul komprehensif.mencari teori komunikasi yang terbaik bukanlah tindakkan bermanfaat,karena ilmu komunikasi pada dasarnya mencakup lebih dari satu aktivitas.
Banyak para ahli yang mengakui bahwa komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia,para ahli berasal dari berbagai disiplin ilmu seperti yang disebutkan diatas.mereka melihat komunikasi sebagai topik utama dalam setiap penelitian mereka.perhatian mereka yang intensif terhadap aspek komunikasi dibidang mereka masing-masing berhasil memunculkan ilmu komunikasi sebagai salah satu disiplin ilmu yang berdiri sendiri.







Daftar pustaka :
-     Jurnal komunikasi,jilid 8 1992 (VOL.8 1992)
-     Buku teori organisasi individu hingga massa,KENCANA MORRISSAN Ph.D. bab 1 memahami teori organisasi
-     Buku beragam perspektif ilmu komunikasi,Dr.hasrullah,M.A.
-     Buku teori organisasi individu hingga massa,KENCANA MORRISSAN Ph.D. bab 1 memahami teori organisasi

Minggu, 24 November 2013

kenaikkan tarif commuter line

kenaikkan tarif commuter line

kenaikkan tarif commuter line sangat disayangkan karena pengguna krl sudah bertambah banyak dengan diturunkannya tarif tersebut maka jika karena UMR harus naik kenapa tarif commuter line juga harus naik?pengguna commuter line sendiri pun merasa sepertinya kenaikkan tarif ini terlalu berlebihan dikarenakan semua pengguna juga ingin menikmati tarif yang terbilang murah

karena rata-rata pengguna commuter line adalah penupang yang berasal dari pengguna kreta ekonomi,jadi sangat disayangkan pula apa mungkin kenaikkan tarif commuter hanya kamuflase agar pihak dalam bisa mengambil keuntungan semata?hanya karena UMR naik apa tarif commuter line juga harus naik?padahal pihak commuter line tidak akan dirugikan oleh kenaikkan UMR karena penumpang krl juga sudah semakin meningkat

saya pikir saya yang merupakan pengguna dari commuter line sendiri pun merasa sangat dirugikan sekali karena jika tarif commuter line naik uang saku pun otomatis akan naik dan saya juga akan sangat rugi sekali dan untuk ngekos pun saya merasa itu terlalu berlebihan jika harus dibandingkan dengan harga kos yang harus saya bayar dengan harga mahal.

Rabu, 20 November 2013

ibuku wanita paling cantik

ibuku wanita paling cantik 

ibuku walaupun sangat suka marah tetapi beliau adalah wanita paling cantik,mungkin karena keriput diwajahnya yang membuatnya kurang cantik tetapi dimataku beliau tetap wanita paling cantik untuk ukuran usianya.mamah ku adalah mamah yang sangat hangat tangannya karena mamah mungkin mempunyai sesuatu yang bisa membuat hangat tangannya yang sudah bekerja itu .

mamah bukan orang yang menyebalkan tetapi kadang aku tidak suka dengan sikapnya yang seperti anak remaja yang menyukai apa yang aku sukai,tetapi itu mungkin sisi baiknya karena mamah akan menjadi penanya paling banyak kepadaku dan adikku mamah menurunkan kepadaku banyak omongya karena mamah sangat bawel sepertiku tetapi aku tidak merasa malu dengan apa yang diturunkan mamah olehku

setiap aku ingin membawa bekal apa pasti mamah akan menurutinya apa yang aku mau,mamah memang wanita paling cantik apalagi disaant ia menonton acara televisi kesukaannya yang terbilang menurutku tidak bagus untuk dilihat mungkin aku tidak sefanatik drama korea seperti mamahku,mamahku menyukai siwon super junior boyband yang sedang naik daun tetapi mamah selalu membela papah kalo papah adalah cowo paling tampan versinya.

aku menyukai cara tersenyum mamahku yang aku bilang sangat manis karena dengan melihat senyumnya aku merasa aku adalah anak gadis yang paling ia sayangi karena kalau ia tersenyum seakan dunia pun akan terlihat sangat bahagia berada dipijakannya

rasanya duduk dibangku kuliah

rasanya duduk dibangku kuliah

rasanya duduk dibangku kuliah adalah seperti mewujudkan cita-cita orang tuaku saja karenanya beliau ingin sekali untuk mengenyam pendidikkan yang sangat berharga dan mahal pada zamannya dulu maklum saja karena beliau dari keluarga yang dibilang kurang mampu di kampungnya karena dulu almarhumah nenekku bukan dari keluarga terpandang jadi seperti itulah.

papah yang dulu sangat pekerja keras beliau sangat menginginkan anaknya untuk bisa bersekolah sampai setinggi-tingginya karena beliau percaya dengan namanya keberhasilan pasti akan sukses untuk meraih cita-cita,saya juga berkuliah demi papah karena beliau adalah penyemangat hidup saya karenanya pula aku mempunyai suatu tujuan untuk bisa bertahan dalam kerasnya dunia perkuliahan dan saya juga rela untuk desak-desakan naik kreta karena saya tidak mau menjadi anak gadis yang manja agar tinggal terpisah dari papah dan mamah saya.

mamah dan papah tidak pernah menuntut tentang pendidikkan ku karena mereka percaya pada anaknya yang sudah beranjak dewasa ini,rasanya duduk dibangku kuliah juga sama saja dengan membuat papah dan mamah bahagia karena mereka juga sangat ingin, ya allah seandainya orang tua ku bisa merasakan kuliah seperti aku pasti sangat bahagia sekali rasanya beliau.

walaupun aku selalu membuat mereka marah tetapi aku juga ingin membahagiakan papah dan mamahku,berusaha dalam mengerti pelajaran dikampus dan menjadi anak yang paling membanggakan mamah dan papahku,senang rasanya duduk dibangku kuliah disalah satu universitas swasta terbaik dan terdekat dari daerah rumahku.