Kamis, 28 Mei 2015

Tips dan Cara Menghilangkan Jerawat Secara Cepat, Alami dan Tradisional



Tips dan Cara Menghilangkan Jerawat Secara Cepat, Alami dan Tradisional

Tips 1 : Tidur yang cukup
Kamu pasti pernah mengalami jerawat yang muncul dikarenakan beberapa hari tidur larut malam. Ketika begadang maka regenerasi sel berjalan tidak optimal dan metabolisme tubuh menjadi kacau sehingga timbullah jerawat. Jerawat timbul karna pola hidup yang tidak bagus. Begadang merupakan salah satu pemicu timbulnya jerawat. Begadang menyebabkan hormon menjadi tidak stabil sehingga menyebabkan jerawat. Tidurlah yang cukup agar terhindar dari jerawat. Tidur yang bagus adalah tidur berkualitas dimana durasi tidur antara 6-8 jam dan tidur dalam keadaan pulas. Jika anda tidur lama tetapi sering bangun maka ini dikategorikan sebagai tidur yang tidak bagus. Dengan mengubah pola tidur kita maka jerawat dapat terhindari. Selain itu tidur yang cukup akan mencerahkan kulit dan menghindari penuaan dini. Begitu banyak manfaat tidur berkualitas untuk kecantikan maupun kesehatan.

Tidur berkualitas selama 6-8 jam membantu menghindari jerawat dan membuat kulit kencang serta awet muda
Untuk penjelasan lengkap tentang kaitan antara kurang tidur dan jerawat silakan kamu buka link berikut ini :
Tips 2 : Mencuci wajah 2 kali sehari
Mencuci wajah 2 kali sehari merupakan salah satu Cara dan Tips Menghilangkan Jerawat Secara Cepat, Alami dan Mudah. Keringkan wajah kita dengan handuk yang bersih setelah mencuci muka karena bakteri juga menyukai tempat yang lembab dan hangat. Selalu pastikan kulit anda bersih sebelum tidur dengan mencuci muka anda sebelum tidur agar kulit beregenerasi dengan baik. Jika menggunakan pembersih muka pilih pembersih muka yang cocok dengan jenis kulit. Ingat bahwa jenis kulit tertentu memerlukan perawatan yang berbeda satu sama lainnya.
Tips 3 : Perbanyak minum air putih
Air putih sangat bagus dalam membuang sisa metabolisme tubuh. Ketika air putih tercukupi maka sistem pembuangan akan lancar sehingga sampah sampah metabolisme yang ada dalam tubuh dapat dibuang secara menyeluruh sehingga tubuh bebas dari sampah. Ketika banyak sampah dalam tubuh yang tersimpan maka jerawat akan timbul. Tubuh yang kekurangan air ibarat selokan yang mampet dimana kotoran tidak bisa keluar. Jadi biasakan minum air 8 gelas (1.5 liter sampai 2 liter) sehari. Dengan cukup minum air putih maka kamu akan mendapatkan manfaat terhindar dari jerawat, mengencangkan kulit dan menghindari penuaan dini atau kulit keriput.
untuk keterangan detail tentang manfaat air putih dan jerawat kamu bisa buka link berikut :

Sudah cukupkah anda minum air putih?
Tips 4 : Perbanyak konsumsi serat dari buah buahan dan sayuran
Salah satu fungsi serat adalah membantu sistem pengeluaran bekerja optimal. Serat yang tercukupi ditambah dengan air putih yang cukup akan melancarkan sistem pencernaan sehingga kotoran terbuang dari tubuh. Sebaliknya, orang yang tidak cukup serat dan minum air putih buang air besar tidak lancar sehingga jerawat kembali muncul. Saat buang air besar tidak lancar, sampah yang seharusnya dikeluarkan tubuh diserap kembali oleh usus besar sehingga salah satu reaksinya bagi tubuh adalah jerawat. Buang air besar yang normal adalah sekali sehari, jika kamu tidak rutin buang air besar sehari sekali maka perbanyak konsumsi serat dan air putih.
Berikut link buah yang bagus untuk mengatasi jerawat :
Tips 5 : Kurangi Konsumsi Gula Berlebih
makanan seperti coklat, minuman soda, biskuit, permen merupakan sederet makanan yang banyak mengandung gula yang ternyata merupakan satu pemicu timbulnya jerawat. Howard Murad, professor dari UCLA school of medicine menyampaikan bahwa gula berlebih meningkatkan insulin dalam darah yang memicu hormon androgen penyebab kulit berminya. Kulit berminyak akan mudah sekali muncul jerawat. Mulai sekarang kurangilah konsumsi makanan yang terlalu manis untuk menghilangkan jerawat
Tips 6 : Hindari Stress
Masih ingat kondisi ketika  dibawah tekanan ? pada saat kerjaan menumpuk dan sedang ujian di kuliah/sekolah hampir semua orang akan mengalami stress. Apa yang terjadi ketika kamu stress ? jerawat muncul satu persatu. Hal ini hampir selalu terjadi. Jika kita tahu bahwa ternyata stress menyebabkan jerawat, maka mulailah rubah kondisi ini. Lebih banyak bersyukur dan santai dalam menghadapi apapun akan membantu mencegah jerawat muncul. Selain itu, bukankah ketika kita tenang semuanya menjadi lebih baik ?
Tips 7 : Gunakanlah Masker Tradisiona Alami Untuk Membantu Menghilangkan Jerawat
Untuk membantu menghilangkan jerawat salah satu cara tradisional yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan masker alami. Ada banyak bahan alami yang sangat bagus untuk kulit muka dan bisa menghilangkan jerawat. Masker putih telor, masker spirulina, masker susu, masker alpukat, masker bengkoang adalah beberapa contoh masker alami yang dapat kita gunakan secara aman. Dari pengalaman banyak orang masker inipun memberikan reaksi yang cepat bagi tubuh.
Bagi anda yang masih bingung menentukan masker yang cocok, kami sarankan untuk menggunakan masker spirulina. masker spirulina terbuat dari ganggang hijau yang telah lama dikenal kaya dengan antioksidan untuk mengikat radikal bebas. Masker spirulina bagus bagi kamu yang ingin menghilangkan jerawat serta mengencangkan kulit dan mencegah penuaan dini. Hasil masker spirulina akan lebih bagus jika dipadukan dengan susu atau putih telor.
keterangan lengkap tentang masker spirulina silakan cek link berikut :
Tips 8 : Gunakanlah suplemen penghilang jerawat dari Tiens
Produk tiens bekerja sangat bagus dalam menghilangkan jerawat dari dalam. Untuk menghilangkan jerawat produk tiens bekerja dengan mendetoks tubuh dari sampah metabolisme yang tersisa dalam tubuh, melancarkan pencernaan dan terakhir mempercepat regenerasi sel baru dan melindungi dari radikal bebas sehingga wajah dan tubuh bersih dari jerawat.
Itulah Cara Menghilangkan Jerawat Secara Cepat, semakin rutin dilakukan, semakin cepat jerawat hilang.
Penghilang Jerawat tiens terbukti menghilangkan jerawat secara cepat dan aman. Selain itu aman untuk dikonsumsi karena telah mendapatkan sertifikasi Badan POM RI dan halal MUI, Untuk keterangan lengkap tentang produk-produk tiens penghilang jerawat, berikut adalah detailnya :
  1. Vitaline Softgel Capsules atau dikenal juga sebagai vitality.  Merupakan suplemen Kaya akan vitamin E dan sangat bagus dalam meremajakan kulit. Terbuat dari biji gandum yang kaya akan vitamin E dan Memiliki antioksidan tinggi sehingga membuat kulit kenyal dan awet muda. Sangat bagus dalam menghilangkan jerawat dan meremajakan kulit. Dengan penggunaan dalam 2 minggu kulit terasa kencang dan cerah. Sangat disarankan menggunakan vitaline ini.
  2. Jiang Zhi Tea. Merupakan teh hijau detox dari tiens. Kulit kita merupakan cerminan dari metabolisme dalam tubuh. Bagi kamu yang sering makan sembarangan tentu bukanlah hal bagus. Hal ini seperti menumpuk sampah di dalam tubuh kita sendiri. Tentu saja jika sering makan berlemak tinggi serta tidak higien mengakibatkan metabolisme tubuh jelek sehingga jerawat muncul. Dengan meminum teh ini, maka tubuh akan dibersihkan dari racun dan kotoran alias di detoks. Dengan metabolisme yang bagus, pencernaan yang lancar serta peredarah darah yang bagus kamu akan terhindar dari jerawat. Selain itu teh ini kaya akan antioksidan yang sangat bagus untuk meremajakan kulit sehingga kulit kelihatan lebih cerah dan bebas jerawat.
  3. Chitin Chitosan Capsules Tiens. Merupakan produk detoks lainnya dari Tiens. Berfungsi membersihkan pencernaan dari racun dan lemak membandel. Dengan menggunakan chitosan secara rutin maka pencernaan akan bersih sehingga kulit akan menjadi lebih segar dan tahan terhadap jerawat. Selain itu chitosan ini kaya akan antioksidan yang akan membantu kulit menjadi lebih segar dan awet muda.
Tips 9 : Jangan Biasakan Pegang Wajah ketika Tangan Kotor/Tidak Steril
Beberapa orang memiliki kebiasaan memegang wajah dengan tangan tidak steril. Tangan yang tidak steril akan membawa serta kotoran dan berbagai kuman yang dapat mengakibatkan timbulnya jerawat. Biasakanlah untuk cuci tangan dan cuci muka untuk menghindari timbulnya jerawat. Basuh muka dengan air hangat sebelum tidur agar kotoran hilang dan wajah bebas dari jerawat.

Referensi :
-           

Bedanya Jilbab Gaul dan Jilbab Syar’i



Bedanya Jilbab Gaul dan Jilbab Syar’i

Sekarang sudah zamannya serba serbi modern. Mulai dari teknologi, transportasi sampai ke masalah fashion juga udah modern. Semakin lama semakin dihiraukan aturan-aturan yang ada. Contohnya saja dalam hal berjilbab. Kita tahu sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam Al-qur’an, seorang muslimah wajib menggunakan hijab (penutup) atau yang lebih kita kenal dengan nama kerudung atau jilbab. Sudah jelas tertera dalam Al-Qur’an QS. Al-Ahzab : 59 dan An-Nur : 31.
Dalam QS. Al-Ahzab : 59 dijelaskan, bahwa Allah SWT menyerukan kepada kita agar mengulurkan jilbabnya hingga ke seluruh tubuh. Jilbab di sini maksudnya semacam baju kurung yang tidak ketat dan memperlihatkan lekuk tubuh seorang wanita untuk menutupi aurat. Di dalam surah ini pula dijelaskan apa maksudnya Allah SWT menyuruh kita agar menutup aurat kita. Tujuannya supaya para muslimah lebih mudah  dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Sedangkan dalam QS. An-Nur : 31 lebih menjelaskan dan melengkapi dari penjelasan di Surat Al-Ahzab ayat 59.
Coba kita bandingkan jilbab dengan segala aturannya yang ada dalam Al-Qur’an dengan jilbab yang kalian pakai saat ini. Sudah syar’i kah jilbab kalian? Kebanyakan muslimah saat ini lebih mementingkan mode trend terkini dibandingkan dengan yang sudah diatur dalam Al-Qur’an.
Apa yang dimaksud jilbab gaul? Jilbab gaul itu yang sering dipakai kebanyakan muslimah saat ini. Entah mungkin karena mereka belum mengetahui bagaimana aturan menggunakan jilbab atau mereka sudah tahu tapi enggan melakukannya. Jilbab gaul itu jilbab yang dililit, dengan pakaian yang ketat memperlihatkan bentuk tubuh, yang penting asal panjang dan menutupi tangan dan kaki. Padahal sudah tertera dalam Al-Qur’an jilbab itu bukan dililit, tetapi diulurkan.
Dan yang dimaksud jilbab syar’i adalah jilbab yang sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Al-Qur’an dan hadist. Dalam Al-Qur’an sudah dijelaskan bahwa jilbab itu seperti baju kurung. Tanda itu tidak ketat. Misalnya seperti gamis, ataupun atasan yang longgar dan menggunakan rok. Bukan seperti pada kenyataan saat ini. Para muslimah menggunakan jilbab dililit dengan baju dan celana yang ketat. Hal itu sangat bertolak belakang dengan ketentuan yang ada dalam Al-Qur’an.
Karena mengikuti trend dan mode masa kini menjadi alasan mereka mengapa menggunakan jilbab yang tidak syar’i. Ingat ukhti, jilbab yang syar’i itu ketentuannya berasal dari Allah SWT. Sedangkan jilbab gaul itu ketentuannya berasal dari manusia.
Jilbab gaul vs jilbab syar’i, yang mana yang kalian pilih ukhti? Yang sesuai dengan ketetapan Allah SWT atau yang sesuai dengan ketetapan mode fashion zaman sekarang? Mengikuti kaum mayoritas yang salah atau mengikuti kaum minoritas yang benar? Lebih baik kepanasan di dunia atau di akhirat? Selagi ada umur, ayo syar’ikan jilbabmu!
How to Use Jilbab Syar’i?
1. Jilbab yang panjang dan tebal (tidak tipis dan tembus pandang)
Sesuai dengan yang ada di dalam Al-Qur’an, jilbab yang syar’i itu menutupi dadamu. Tidak dililit ke atas kepalamu atau dimodifikasi agar tidak panjang. Mudah bukan? ga ribet, ga susah.
2. Menggunakan baju gamis atau baju yang longgar dan rok
Sudah jelas dalam Al-Qur’an, kita diwajibkan untuk menggunakan baju kurung atau baju yang tidak ketat memperlihatkan bentuk tubuh kita ukhti. Dan baju yang tidak ketat itu adalah gamis atau baju yang longgar dan rok. Its so simple to do. Dari pada kalian menggunakan pakaian yang ketat dan sangat tidak nyaman dipakai.
3. No Punuk Unta
Punuk unta? Apa itu? Tahukah kalian?? Para muslimah zaman sekarang menampakkan rambutnya yang digelungkan saat berhijab. Itulah yang dimaksud punuk unta. Bahkan lebih mirisnya lagi, kini sudah tersedia ciput yang ada punuk untanya. Dalam Islam ini dilarang. Berikut adalah hadist yang diriwayatkan oleh Muslim :
“Ada golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian” (HR. Muslim No. 2128)
Sudah jelaskan dalam hadist tersebut. Lebih baik jika yang berambut panjang bisa dikepang atau diikat biasa. Tidak digelungkan ke atas dan terlihat seperti punuk unta.
4. Menggunakan kaos kaki
Tahukah ukhti? Kakimu itu termasuk aurat yang harus ditutup. Jadi ketika keluar rumah atau bepergian kemanapun, jangan lupa gunakan kaos kakinya. Sudah jelaskan batas-batas aurat kita. Semuanya aurat kecuali telapak tangan dan wajah.
Mudah bukan untuk menggunakan jilbab syar’i yang sesuai dengan ketentuan Allah SWT. Betapa Allah SWT sangat menjaga dan menyayangi diri kita. Tapi kita malah tidak menjaganya. Jagalah auratmu dari orang yang tidak berhak melihatnya. Banyak kasus pelecehan terjadi karena wanita kebanyakan menggunakan pakaian yang terbuka. Itu sudah tentu dapat mengundang setan untuk menggoda lawan jenismu melakukan pelecehan. Kalau sudah begitu, siapa yang harus disalahkan? Mata mereka akan terjaga jika dirimu menjaga penampilanmu pula. Islam teach you to covering not wrapping your aurat, ukhti. Islam mengajarkanmu untuk menutupi bukan membungkus auratmu.
Referensi :

Pandangi Dia Ketika Tidur




“Assalaamu’alaikum…!” Ucapnya lirih saat memasuki rumah.

Tak ada orang yang menjawab salamnya. Ia tahu istri dan anak-anaknya pasti sudah tidur. Biar malaikat yang menjawab salamku,” begitu pikirnya. Melewati ruang tamu yang temaram, dia menuju ruang kerjanya. Diletakkannya tas, ponsel dan kunci-kunci di meja kerja. Setelah itu, barulah ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.
Sejauh ini, tidak ada satu orang pun anggota keluarga yang terbangun. Rupanya semua tertidur pulas. Segera ia beranjak menuju kamar tidur. Pelan-pelan dibukanya pintu kamar, ia tidak ingin mengganggu tidur istrinya.

Benar saja istrinya tidak terbangun, tidak menyadari kehadirannya. Kemudian Amin duduk di pinggir tempat tidur. Dipandanginya dalam-dalam wajah Aminah, istrinya. Amin segera teringat perkataan almarhum kakeknya, dulu sebelum dia menikah. Kakeknya mengatakan, "Jika kamu sudah menikah nanti, jangan berharap kamu punya istri yang sama persis dengan maumu. Karena kamupun juga tidak sama persis dengan maunya. Jangan pula berharap mempunyai istri yang punya karakter sama seperti dirimu. Karena suami istri adalah dua orang yang berbeda. Bukan untuk disamakan tapi untuk saling melengkapi. Jika suatu saat ada yang tidak berkenan di hatimu, atau kamu merasa jengkel, marah, dan perasaan tidak enak yang lainnya, maka lihatlah ketika istrimu tidur.... "

“Kenapa Kek, kok waktu dia tidur?” tanya Amin kala itu.

“Nanti kamu akan tahu sendiri,” jawab kakeknya singkat.

Waktu itu, Amin tidak sepenuhnya memahami maksud kakeknya, tapi ia tidak bertanya lebih lanjut, karena kakeknya sudah mengisyaratkan untuk membuktikannya sendiri.

Malam ini, ia baru mulai memahaminya. Malam ini, ia menatap wajah istrinya lekat-lekat. Semakin lama dipandangi wajah istrinya, semakin membuncah perasaan di dadanya. Wajah polos istrinya saat tidur benar-benar membuatnya terkesima. Raut muka tanpa polesan, tanpa ekspresi, tanpa kepura-puraan, tanpa dibuat-buat. Pancaran tulus dari kalbu. Memandaginya menyeruakkan berbagai macam perasaan.

Ada rasa sayang, cinta, kasihan, haru, penuh harap dan entah perasaan apa lagi yang tidak bisa ia gambarkan dengan kata-kata. Dalam batin, dia bergumam,

“Wahai istriku, engkau dulu seorang gadis yang leluasa beraktifitas, banyak hal yang bisa kau perbuat dengan kemampuanmu. Aku yang menjadikanmu seorang istri. Menambahkan kewajiban yang tidak sedikit. Memberikanmu banyak batasan, mengaturmu dengan banyak aturan. Dan aku pula yang menjadikanmu seorang ibu. Menimpakan tanggung jawab yang tidak ringan. Mengambil hampir semua waktumu untuk aku dan anak-anakku.

Wahai istriku, engkau yang dulu bisa melenggang kemanapun tanpa beban, aku yang memberikan beban di tanganmu, dipundakmu, untuk mengurus keperluanku, guna merawat anak-anakku, juga memelihara rumahku. Kau relakan waktu dan tenagamu melayaniku dan menyiapkan keperluanku. Kau ikhlaskan rahimmu untuk mengandung anak-anakku, kau tanggalkan segala atributmu untuk menjadi pengasuh anak-anakku, kau buang egomu untuk menaatiku, kau campakkan perasaanmu untuk mematuhiku.

Wahai istriku, dikala susah, kau setia mendampingiku. Ketika sulit, kau tegar di sampingku. Saat sedih, kau pelipur laraku. Dalam lesu, kau penyemangat jiwaku. Bila gundah, kau penyejuk hatiku. Kala bimbang, kau penguat tekadku. Jika lupa, kau yang mengingatkanku. Ketika salah, kau yang menasehatiku.

Wahai istriku, telah sekian lama engkau mendampingiku, kehadiranmu membuatku menjadi sempurna sebagai laki-laki. Lalu, atas dasar apa aku harus kecewa padamu?

Dengan alasan apa aku perlu marah padamu?

Andai kau punya kesalahan atau kekurangan, semuanya itu tidak cukup bagiku untuk membuatmu menitikkan airmata. Akulah yang harus membimbingmu. Aku adalah imammu, jika kau melakukan kesalahan, akulah yang harus dipersalahkan karena tidak mampu mengarahkanmu. Jika ada kekurangan pada dirimu, itu bukanlah hal yang perlu dijadikan masalah. Karena kau insan, bukan malaikat.

Maafkan aku istriku, kaupun akan kumaafkan jika punya kesalahan. Mari kita bersama-sama untuk membawa bahtera rumahtangga ini hingga berlabuh di pantai nan indah, dengan hamparan keridhoan Allah swt. Segala puji hanya untuk Allah swt yang telah memberikanmu sebagai jodohku.”

Tanpa terasa airmata Amin menetes deras di kedua pipinya. Dadanya terasa sesak menahan isak tangis. Segera ia berbaring di sisi istrinya pelan-pelan. Tak lama kemudian iapun terlelap.



Jam dinding di ruang tengah berdentang dua kali. Aminah, istri Amin, terperanjat
“Astaghfirullaah, sudah jam dua?”

Dilihatnya sang suami telah pulas di sampingnya. Pelan-pelan ia duduk, sambil memandangi wajah sang suami yang tampak kelelahan. “Kasihan suamiku, aku tidak tahu kedatangannya. Hari ini aku benar-benar capek, sampai-sampai nggak mendengar apa-apa. Sudah makan apa belum ya dia?” gumamnya dalam hati.

Mau dibangunkan nggak tega, akhirnya cuma dipandangi saja. Semakin lama dipandang, semakin terasa getar di dadanya. Perasaan yang campur aduk, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hanya hatinya yang bicara.

“Wahai suamiku, aku telah memilihmu untuk menjadi imamku. Aku telah yakin bahwa engkaulah yang terbaik untuk menjadi bapak dari anak-anakku. Begitu besar harapan kusandarkan padamu. Begitu banyak tanggungjawab kupikulkan di pundakmu.

“Wahai suamiku, ketika aku sendiri kau datang menghampiriku. Saat aku lemah, kau ulurkan tanganmu menuntunku. Dalam duka, kau sediakan dadamu untuk merengkuhku. Dengan segala kemampuanmu, kau selalu ingin melindungiku.

“Wahai suamiku, tidak kenal lelah kau berusaha membahagiakanku. Tidak kenal waktu kau tuntaskan tugasmu. Sulit dan beratnya mencari nafkah yang halal tidak menyurutkan langkahmu. Bahkan sering kau lupa memperhatikan dirimu sendiri, demi aku dan anak-anak.

“Lalu, atas dasar apa aku tidak berterimakasih padamu, dengan alasan apa aku tidak berbakti padamu? Seberapapun materi yang kau berikan, itu hasil perjuanganmu, buah dari jihadmu. Jika kau belum sepandai da’i dalam menasehatiku, tapi kesungguhanmu beramal shaleh membanggakanku. Tekadmu untuk mengajakku dan anak-anak istiqomah di jalan Allah membahagiakanku.

“Maafkan aku wahai suamiku, akupun akan memaafkan kesalahanmu. Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah yang telah mengirimmu menjadi imamku. Aku akan taat padamu untuk mentaati Allah swt. Aku akan patuh kepadamu untuk menjemput ridho-Nya..”

Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota'ayun waj'alna lil muttaqiina imaamaa.

Referensi :